Senin, 17 Februari 2020

Biografi

Henry adalah panggilan saya,nama lengkap saya Henry Riady Winardi. saya lahir di karawang tepatnya pada tanggal 14 juli 1998,saya anak ke 3 dari 3 bersaudara dan saya satu-satunya anak lelaki. saya orangnya pendiam namun jika sudah diajak berbicara sangat susah untuk berhenti dan bisa menjadi orang yang aktiv dalam percakapan dan jika sudah nyaman dengan seseorang saya akan menjadi orang yang beda,sangat usil,aktif dan bawel. saat ini saya berkuliah di IBII Kwik Kian Gie sebelumnya pernah berkuliah di Universitas Tarumanegara jurusan IT dan berhenti karena saya tidak suka matematika,bukannya tidak bisa hanya saja malas belajar matematika. sebenarnya passion saya ada di architecture dan interior design namun orangtua saya tidak mengijinkan saya berkuliah disana dengan alasan yang tidak jelas. dan ini contoh design yang saya buat
ini hanya sebagian dari design saya banyak yang belum selesai karena keterbatasan pengetahuan tentang bahan apa yang harus di pakai.
saya juga suka dengan fashion design
memang tidak bagus karena saya baru saja belajar. dan saya memiliki hobi bermain alat musik (gitar,biola),memasak,baca buku tentang self improvement dan di waktu senggang saya suka bermain game. saya juga sering mengikuti lomba renang pada saat smp namun tidak pernah juara hanya masuk 10 besar. tp saya cukup senang dengan apa yang saya hasilkan. sekian cerita biografi saya maaf jika ada salah kata. terimakasih!

Rabu, 30 November 2016

LIVE IN 2016




Nama saya Henry Riyadi dari kelas 12 IPS 2. Pada tanggal 23 Oktober – 30 Oktober 2016 sekolah saya SMA Yos Sudarso mengadakan sebuah acara bernama Live In. Acara tersebut dilaksanakan setiap tahun hanya bagi seluruh siswa kelas dua belas. Live In adalah sebuah acara yang di adakan oleh sekolah dengan bekerja sama dengan warga setempat di wilayah yang akan para siswa tempati. Selama satu minggu kami di ajarkan untuk tinggal di rumah warga dan bersosialisasi dengan mereka seolah-olah kami adalah warga disana. Tempat yang dipilih oleh sekolah tahun ini adalah daerah Jawa Tengah yaitu Sleman, Yogyakarta. Di sana terdiri dari beberapa desa/dusun. Sekolah sudah menyiapkan rumah-rumah dan pamong bagi kami. Satu rumah biasanya berisi dua sampai empat murid. Tergantung yang dipilih oleh sekolah. Saat live in saya serumah dengan Gabriel Pascal.Kami mendapat rumah keluarga Bapak Suryono
Di hari pertama kedatangan kami, seluruh pamong sudah menunggu dan menyambut kami di tempat berkumpul yang di sebut pendopo. Disana kami di jelaskan aturan dan mengenai pembagian rumah serta pekerjaan dari keluarga yang akan kami tempati. Saya dan mario mendapat pamong pa suryono
       Setiap hari kami rutin pada pukul 06.00-08. 00 itu dimulai dengan menjual bubur, order laundry. Hari demi hari pun terlewati, kami berdua sadar bagaimana sulitnya dan betapa sulitnya pekerjaan bapak ibu yang tiap hari dilakukan untuk mendapatkan uang.
       Setelah selama 6 hari kami di rumah pak suryono,kami pun harus pulang kembali ke rumah kami masing - masing. Sebelum pulang kami bersama rombongan mampir terlebih dahulu ke Candi Prambanan, Malioboro dan Monumen Jogja Kembali.